D cinnamons - Super girl
It’s not suppose to feel
it does suppose to be like this
I’m not what I used to be
soon that I can’t breath
I feel that I can’t be my self
strong when I’m alone
I’d try to get you out of my mind
and many times I try to step on the ground
but shades of you, taste of you, smell of you
spinning in my head…
goin' crazy just because of you
# take me out of here… 2x
I'm not my self, not I used to be
yes, I’m strong. I used to be a supergirl
well… I just miss being me
so long, I’ve blame my self dreamin but you
I don’t want to stop, and I hate to be alone
just tell me, where you are
I’m looking for you at many places
never bored askin people ’bout where you are
hey don’t you dare treat me like
you don’t know me
now you’re out of my world, don’t know
where to find you
back to #
ooo… that strong little girl
ooo… I don’t wanna be alone
you control me, you control me, ohh..
you control me ….
the way you are makes me don’t wanna go
won’t be alone anymore
you control me…
Minggu, 05 April 2009
Rabu, 01 April 2009
Sudahkah Kita Berusaha?

Barusan saya baca surat pembaca di website Kompas, isinya tentang keluhan seorang pengunjung mall yang dilarang memarkirkan sepeda atau lebih tepatnya dilarang bersepeda ke mall. Aneh memang, di tengah krisis udara bersih di perkotaan dan isu global warming, orang bersepeda justru dilarang. Di negara-negara maju sana tentunya larangan seperti ini tidak akan ditemukan (CMIIW) karena biasanya mereka sangat konsen pada masalah kelestarian lingkungan. Apakah kita merasa lebih modern dan lebih terhormat kalau menggunakan kendaraan bermotor, terutama roda empat? Relatif. Tergantung situasi dan kondisi dimana kita berada dan dalam moment apa. Saya tidak menyalahkan mereka yang bermobil untuk menempuh jarak dekat. Bisa jadi saat itu mereka sedang berkebaya dan berjas lengkap untuk menghadiri resepsi di gedung yang jaraknya cuma 100 meter dari rumah atau cuaca sedang hujan, becek dan tidak ada ojek angkot, sehingga tidak memungkinkan untuk bersepeda apalagi jalan kaki. Tapi juga tidak rugi jika kita membiasakan tubuh untuk selalu bergerak. Selain membakar kalori dan melancarkan peredaran darah, juga bisa menghemat iuran keanggotaan pusat kebugaran.
Tidak ada salahnya jika kita mulai kebiasaan kecil yang mungkin bisa berdampak besar bagi kelestarian lingkungan, misalnya berjalan kaki untuk mengunjungi tempat yang dekat, naik angkot atau kendaraan roda dua untuk jarak sedang bahkan kalau kuat bersepeda sangat dianjurkan.
Saya sendiri bukan aktifis lingkungan hidup, hanya berusaha ikut melestarikan dengan menggunakan roda empat bila dibutuhkan, hemat listrik dan sebisa mungkin menanami lahan terbuka di seputar rumah dengan pohon atau tumbuhan lain. Apa dampak yang sudah saya rasakan? Tagihan listrik berkurang, kantong lebih tebal karena BBM roda dua lebih irit, rumah jadi asri dan anak-anak punya tempat teduh dibawah pohon untuk bermain.
Masalah pencemaran tidak hanya pada kualitas udara yang buruk, tetapi juga sampah. Hampir di setiap tempat terdapat tumpukan sampah. Selain berbau sampah juga merupakan sumber penyakit, apalagi bila musim hujan datang. Sejauh ini, belum ada penanganan optimal dari pemerintah. Saya sendiri belum pernah mencoba mengolah sampah menjadi lebih berguna semisal kompos. Hanya sebatas memisahkan antara sampah dapur dan sampah kering sambil berharap pemulung dapat lebih mudah memilahnya untuk dijual kembali. Masih ingat film Wall E? Film produksi Pixar Animation ini menceritakan tentang bumi yang sudah sangat menderita karena sampah hingga tak layak lagi untuk ditinggali.
Pemerintah bukan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas segala macam bentuk pencemaran lingkungan. Diperlukan kesadaran setiap kita untuk bisa memulai dari hal-hal kecil dan remeh yang mungkin dapat meminimalisir pencemaran. Lantas sudahkan kita berusaha untuk memperbaiki kualitas lingkungan? Medan, 18 Maret 2009
dipindahkan dari blog sementara saya
Senin, 30 Maret 2009
Turut Belasungkawa Bagi Korban Situ Gintung
"Semoga amal ibadah para korban diterima Tuhan YME dan para korban yang selamat diberi ketabahan dan kesabaran"
Situ Gintung Jebol, Pemerintah Digugat
Sabtu 28 Maret 2009, Jam: 9:49:00
TANGERANG (Pos Kota) – Tanggul penahan Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3) subuh, jebol. Ratusan juta kubik air tumpah bagaikan banjir bandang menghancurkan dua ratus lebih rumah, menenggelamkan sedikitnya 58 nyawa manusia dan menghanyutkan puluhan mobil serta sepeda motor. Warga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah yang harus diterima. Namun tak sedikit pula yang menilai bencana ini seharusnya tak perlu terjadi dan mereka siap menggugat pemerintah dan Pemda Kabupaten Tangerang. Pasalnya warga sejak 3 tahun lalu telah mendesak pemda setempat untuk memperbaiki situ tersebut. “Perbaikan tanggul atau pondasi sekeliling situ yang mengaliri air ke anak Kali Pesanggrahan sudah diminta warga sejak tiga tahun lalu tapi tak pernah ditanggapi serius,” tutur Yadi, warga Poncol, Cirendeu. Ia pun mendesak pemerintah harus bertanggung jawab terhadap musibah ini. Menurut Yadi, kondisi tanggul Situ Gintung yang dibangun tahun 1923 itu memang sudah mengkhawatirkan dan mendesak untuk diperbaiki. Terutama saluran air di bagian bawah situ yang berperan mengalirkan air dari danau ke anak Kali Pesanggrahan. “Kondisi tanggul susah sangat mengkhawatirkan karena sejak jaman Belanda belum pernah diperbaiki,” kata Maruf, warga RT 01/08, Kel. Gintung, Ciputat, yang sudah 28 tahun lebih tinggal di pinggir situ. Saluran air di bawah situ menjadi satu-satunya jalan mengalirkan air ke anak Kali Pesanggrahan jika debit air telah melampaui batas. Maka ketika hujan deras pada Kamis (26/3) melanda kawasan tersebut, danau yang berkapasitas 625 juta M3 itu tak lagi mampu menampungnya. Saluran di bawah situ pun amblas dan tanggul penahan situ setinggi 25 meter jebol. Warga mengaku heran mengapa pemerintah tak tanggap dengan kondisi tanggul yang sudah dilaporkan itu. Parahnya, kata Ma’ruf, sejak setahun lalu sekeliling situ dibangun jalan setapak untuk jogging dan rekreasi yang diduga membuat tanggul semakin lemah. “Dulu jika situ meluap, air bisa mengalir ke irigasi warga. Tapi akhir-akhir ini tak bisa lagi. Air hanya bisa keluar lewat satu jalan yaitu gorong-gorong di bagian bawah yang kondisinya sudah tua,” katanya. Warga di tiga kampung yang terkena terjangan air bah dari Situ Gintung ini yakni Kampung Gunung, Poncol dan Situ Gintung, juga meminta Pemda Kabupaten Tangerang bertanggung jawab atas segala kerugian yang diderita warga. “Kami siap menuntut Pemda Kabupaten Tangerang agar secepatnya membangun rumah-rumah kami, tentunya setelah tanggul itu diperbaiki,” kata Ny. Intan, warga perumahan Pratama Hill, Cirendeu, Ciputat. Intan mengaku seluruh perabot rumahnya baik elektronik maupun kendaraan pribadi terendam air. “Untuk mobil mungkin masih bisa melalui asuransi, tapi rumah dan barang-barang lain bagaimana?” imbuhnya. Slamet Daryoni, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, mengatakan berbagai bencana yang ada akibat kelalaian manusia. “Alam dieksploitasi sedemikian rupa tanpa memperhatikan lingkungan,”katanya. Ia menyebut berubahnya fungsi lahan hijau untuk bisnis dan permukiman mewah menyebabkan bencana di mana-mana. “Kita juga melihat betapa hutan di hulu sungai dibabat untuk pemukiman. Akibatnya ya banjir di mana-mana. Sudah saatnya, pemerintah mengatur masalah tersebut,”tandasnya. Kasus jebolnya tanggul Situ Gintung, harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.
86 TAHUN BELUM PERNAH DIRENOVASI
Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh yang ditemui di lokasi musibah menuturkan seputaran situ yang memiliki luas 21,4 hektar sejak tahun 2008 telah ditinggikan dan ditanami pohon oleh pemerintah pusat dengan memanfaatkan dana pencegahan banjir. Dananya mencapai Rp125 miliar untuk seluruh wilayah Jabodetabek. Namun, diakuinya, tanggul Situ Gintung yang usianya sudah 86 tahun itu tidak direnovasi. Sementara pejabat PU Pengairan Propinsi Banten, Win Maryono, mengutarakan sesuai perintah Menteri PU pintu air Situ Gintung yang jebol akan dibangun kembali. “Besaran anggarannya belum tahu, tetapi yang penting segera diperbaiki dahulu.” Menanggapi peristiwa ini, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan pihaknya telah menugaskan tim pengaman bendung untuk mengevaluasi kondisi seluruh situ yang ada di kawasan Jabodetabek. “Jumlah situ yang berada Jabodetabek mencapai lebih dari 200 buah,” kata menteri usai meninjau Situ Gintung kemarin. Djoko menegaskan tidak ada persoalan terkait dana penanganan darurat maupun permanen. “Departemen PU mempunyai cukup dana untuk melakukan kedua hal tersebut,” jelasnya. Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Cidurian-Cisadane Provinsi Banten, Djoko Suryanto, Situ Gintung tahun 2008 termasuk dari 11 situ yang direhabilitasi. Hanya saja, dalam skala kecil berupa perkuatan tepi situ, sebagai pengamanan dari longsor. Menurutnya, Situ Gintung ini sedikit berbeda dengan kebanyakan situ-situ yang ada di Jabodetabek. Bedanya situ-situ lain tidak didesain sebagai bendungan, melainkan hanya tempat penampung air. Perbaikan darurat terhadap jebolnya Situ Gintung dilakukan dengan menggunakan bronjong dan karung pasir. Sedangkan perbaikan permanen diperkirakan akan selesai dalam waktu satu tahun. “Saat ini karung-karung pasir dan bronjong sudah ada di lapangan, upaya penanganan darurat akan mulai dilakukan hari ini juga,” kata Djoko Kirmanto.
Dikutip dari www.poskota.co.id
Kita harus mengambil hikmah dari bencana ini, jagalah kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam.
Situ Gintung Jebol, Pemerintah Digugat
Sabtu 28 Maret 2009, Jam: 9:49:00
TANGERANG (Pos Kota) – Tanggul penahan Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3) subuh, jebol. Ratusan juta kubik air tumpah bagaikan banjir bandang menghancurkan dua ratus lebih rumah, menenggelamkan sedikitnya 58 nyawa manusia dan menghanyutkan puluhan mobil serta sepeda motor. Warga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah yang harus diterima. Namun tak sedikit pula yang menilai bencana ini seharusnya tak perlu terjadi dan mereka siap menggugat pemerintah dan Pemda Kabupaten Tangerang. Pasalnya warga sejak 3 tahun lalu telah mendesak pemda setempat untuk memperbaiki situ tersebut. “Perbaikan tanggul atau pondasi sekeliling situ yang mengaliri air ke anak Kali Pesanggrahan sudah diminta warga sejak tiga tahun lalu tapi tak pernah ditanggapi serius,” tutur Yadi, warga Poncol, Cirendeu. Ia pun mendesak pemerintah harus bertanggung jawab terhadap musibah ini. Menurut Yadi, kondisi tanggul Situ Gintung yang dibangun tahun 1923 itu memang sudah mengkhawatirkan dan mendesak untuk diperbaiki. Terutama saluran air di bagian bawah situ yang berperan mengalirkan air dari danau ke anak Kali Pesanggrahan. “Kondisi tanggul susah sangat mengkhawatirkan karena sejak jaman Belanda belum pernah diperbaiki,” kata Maruf, warga RT 01/08, Kel. Gintung, Ciputat, yang sudah 28 tahun lebih tinggal di pinggir situ. Saluran air di bawah situ menjadi satu-satunya jalan mengalirkan air ke anak Kali Pesanggrahan jika debit air telah melampaui batas. Maka ketika hujan deras pada Kamis (26/3) melanda kawasan tersebut, danau yang berkapasitas 625 juta M3 itu tak lagi mampu menampungnya. Saluran di bawah situ pun amblas dan tanggul penahan situ setinggi 25 meter jebol. Warga mengaku heran mengapa pemerintah tak tanggap dengan kondisi tanggul yang sudah dilaporkan itu. Parahnya, kata Ma’ruf, sejak setahun lalu sekeliling situ dibangun jalan setapak untuk jogging dan rekreasi yang diduga membuat tanggul semakin lemah. “Dulu jika situ meluap, air bisa mengalir ke irigasi warga. Tapi akhir-akhir ini tak bisa lagi. Air hanya bisa keluar lewat satu jalan yaitu gorong-gorong di bagian bawah yang kondisinya sudah tua,” katanya. Warga di tiga kampung yang terkena terjangan air bah dari Situ Gintung ini yakni Kampung Gunung, Poncol dan Situ Gintung, juga meminta Pemda Kabupaten Tangerang bertanggung jawab atas segala kerugian yang diderita warga. “Kami siap menuntut Pemda Kabupaten Tangerang agar secepatnya membangun rumah-rumah kami, tentunya setelah tanggul itu diperbaiki,” kata Ny. Intan, warga perumahan Pratama Hill, Cirendeu, Ciputat. Intan mengaku seluruh perabot rumahnya baik elektronik maupun kendaraan pribadi terendam air. “Untuk mobil mungkin masih bisa melalui asuransi, tapi rumah dan barang-barang lain bagaimana?” imbuhnya. Slamet Daryoni, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, mengatakan berbagai bencana yang ada akibat kelalaian manusia. “Alam dieksploitasi sedemikian rupa tanpa memperhatikan lingkungan,”katanya. Ia menyebut berubahnya fungsi lahan hijau untuk bisnis dan permukiman mewah menyebabkan bencana di mana-mana. “Kita juga melihat betapa hutan di hulu sungai dibabat untuk pemukiman. Akibatnya ya banjir di mana-mana. Sudah saatnya, pemerintah mengatur masalah tersebut,”tandasnya. Kasus jebolnya tanggul Situ Gintung, harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.
86 TAHUN BELUM PERNAH DIRENOVASI
Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh yang ditemui di lokasi musibah menuturkan seputaran situ yang memiliki luas 21,4 hektar sejak tahun 2008 telah ditinggikan dan ditanami pohon oleh pemerintah pusat dengan memanfaatkan dana pencegahan banjir. Dananya mencapai Rp125 miliar untuk seluruh wilayah Jabodetabek. Namun, diakuinya, tanggul Situ Gintung yang usianya sudah 86 tahun itu tidak direnovasi. Sementara pejabat PU Pengairan Propinsi Banten, Win Maryono, mengutarakan sesuai perintah Menteri PU pintu air Situ Gintung yang jebol akan dibangun kembali. “Besaran anggarannya belum tahu, tetapi yang penting segera diperbaiki dahulu.” Menanggapi peristiwa ini, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan pihaknya telah menugaskan tim pengaman bendung untuk mengevaluasi kondisi seluruh situ yang ada di kawasan Jabodetabek. “Jumlah situ yang berada Jabodetabek mencapai lebih dari 200 buah,” kata menteri usai meninjau Situ Gintung kemarin. Djoko menegaskan tidak ada persoalan terkait dana penanganan darurat maupun permanen. “Departemen PU mempunyai cukup dana untuk melakukan kedua hal tersebut,” jelasnya. Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Cidurian-Cisadane Provinsi Banten, Djoko Suryanto, Situ Gintung tahun 2008 termasuk dari 11 situ yang direhabilitasi. Hanya saja, dalam skala kecil berupa perkuatan tepi situ, sebagai pengamanan dari longsor. Menurutnya, Situ Gintung ini sedikit berbeda dengan kebanyakan situ-situ yang ada di Jabodetabek. Bedanya situ-situ lain tidak didesain sebagai bendungan, melainkan hanya tempat penampung air. Perbaikan darurat terhadap jebolnya Situ Gintung dilakukan dengan menggunakan bronjong dan karung pasir. Sedangkan perbaikan permanen diperkirakan akan selesai dalam waktu satu tahun. “Saat ini karung-karung pasir dan bronjong sudah ada di lapangan, upaya penanganan darurat akan mulai dilakukan hari ini juga,” kata Djoko Kirmanto.
Dikutip dari www.poskota.co.id
Kita harus mengambil hikmah dari bencana ini, jagalah kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam.
Selasa, 10 Maret 2009
Balik Lagi...
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengurus rumah ini dan rumah lama saya. Jadi sekarang saya punya 2 rumah + 1 apartement elite + kebun kelapa sawit...ahhh...apa seh!
Senin, 24 November 2008
Saya Ga Punya Nyawa Serep

Perusahaan saya sedang mencanangkan cinta Indonesia dengan salah satu programnya hemat energi untuk kelestarian lingkungan. Demi mendukung program tersebut, saya pun mengganti kendaraan roda empat yang biasa saya gunakan ke kantor menjadi roda dua yang hemat BBM, hemat waktu sekaligus melestarikan kantong saya (bayangin aja, kalo biasa saya isi bensin 100 ribu buat seminggu, sekarang cuma 15 ribu!).
Sudah hampir dua bulan motor matic putih, jaket abg dan helm doraemon setia menemani saya ke kantor. Motor memang bukan kendaraan asing bagi saya, waktu SMA dan kuliah saya juga naik motor 4 tak, yang ribet jeglak jeglek mindahin gigi itu...nah, jadi kalo sekarang saya bawa motor, rasanya biasa aja.
Minggu pertama saya masih menunjukkan manner yang baik di jalanan, kecepatan ga lebih 50 km/jam, taat lalu lintas dan ga nyalip sembarangan. Minggu kedua kecepatan meningkat sementara keberanian nyalip mulai muncul dikit-dikit. Akhir minggu ketiga sepertinya naluri pembalap saya muncul kembali. Adrenalin serasa terpicu kalo ada motor lain nyalip di samping saya dan saya merasa tertantang (halah! lebay!).
Setelah sebulan, jarak dari sekolah anak-anak sampai ke kantor saya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 15 menit. Rasanya bahagia banget waktu scanning ID card untuk absen jam masih menunjukkan pukul 08 kurang 2 menit. Hebat gitu rasanya!
Tapi beberapa hari belakangan kelihatannya akal sehat saya mulai bekerja kembali. Setelah tiga kali hampir tertabrak mobil waktu nyalip (padahal kalo bawa mobil saya jengkel lihat biker yang kelakuannya kayak gini) dan dua kali hampir nyusruk di jalanan (alhamdulillah...masih selamat dan motor baik-baik saja tanpa tergores sedikitpun...maklum masih kredit), saya mulai mikir...saya kan ga punya nyawa serep, lagian saya ga mo ngabisin sisa hidup dalam keadaan cacat akibat ketololan...eh...kecelakaan.
Jadi kecepatan yang biasanya hampir 100 km/jam mulai balik lagi ke normal 60 km/jam, penglihatan lebih baik sehingga bisa membedakan mana jalanan dan mana trotoar, kesadaran lebih tinggi untuk menghargai para pengemudi mobil (tidak termasuk angkot!) dan kewaspadaan untuk mengawasi di mana polisi berdiri kalo mau ngelewatin lampu merah...
Senin, 10 November 2008
L.O.V.E
Kisah ini saya dapat
dari email seorang teman.


Katie Kirkpatrick, 21, held off cancer to celebrate the happiest day of her life. Katie had chased cancer, once only to have it return-to clog her lungs and grab hold of her heart. Breathing was difficult now, she had to use oxygen. The pain in her back was so intense it broke through the morphine that was supposed to act as a shield. Her organs were shutting down but it would not stop her from marrying Nick Godwin, 23, who was in love with Katie since 11th grade.
Do you believe in the power of love? I really do!
dari email seorang teman.

Katie Kirkpatrick, 21, held off cancer to celebrate the happiest day of her life. Katie had chased cancer, once only to have it return-to clog her lungs and grab hold of her heart. Breathing was difficult now, she had to use oxygen. The pain in her back was so intense it broke through the morphine that was supposed to act as a shield. Her organs were shutting down but it would not stop her from marrying Nick Godwin, 23, who was in love with Katie since 11th grade.
Do you believe in the power of love? I really do!
Rabu, 08 Oktober 2008
Hidup Tanpa Pembantu
Pasca lebaran, banyak temen saya yang mengeluh karena pembantunya yang mudik tidak kembali lagi dengan berbagai alasan, mau nikah, ada tawaran kerja di tempat lain, ga dikasih ijin sama ortu deelel...lantas bagaimana dengan saya? Pembantu bernama Yanti (ya, namanya memang sama dengan saya, cuma beda awalannya aja) yang sudah bekerja selama kurlep 3 tahun sama saya juga tidak kembali lagi ke rumah. Alasannya, ada yang menawarkan pekerjaan sebagai penjaga toko. Dari segi penghasilan, mungkin tidak ada perbedaan yang signifikan dengan yang ia dapat dari saya, tapi gengsinya itu bo...! Secara setahun belakangan ini si Yanti itu gemar sekali gonta-ganti HP (makin lama makin canggih tentunya), stay tune di radio yang memutar lagu-lagu pop (seleranya sudah bergeser dari lagu-lagu India), sering telpon request lagu (pake HP tentunya) dan ikut fans clubnya. Tentu saja dengan pergaulan yang luas begitu statusnya sebagai pembantu sangat tidak mendukung. Lantas bagaimana dengan saya yang ditinggalkan? Saat ini saya sudah minta tolong ke teman untuk mencarikan pembantu lewat yayasan. Pekerjaan rumah tangga sendiri meski melelahkan, tapi masih bisa saya tangani. Anak-anak yang sudah mulai besar dan terbiasa mandiri tidak lagi terlalu merepotkan. Yang bikin saya uring-uringan justru masalah ke salon. Ya betul! KE SALON. Bayangin aja, setelah berperan sebagai "babu berkelas" di rumah, jari-jari saya terasa tak pantas dan malu-maluin begitu menyentuh keyboard, badan saya butuh pijatan dan spa. Aneh? Ya, saya memang wanita aneh, udah jadi babu di rumah masih pengen tampil gaya! Tapi gini ya (ambil ancang-ancang mencari pembenaran sambil pasang tampang serius) saya bekerja di sebuah perusahaan yang cukup bergengsi dangan jabatan lumayan, kalau saya ngantor dengan keadaaan awut-awutan, apa kata dunia??? (pasang tampang Nagabonar). Terus, siapa juga yang peduli kalau saya berpenampilan asal? Ya jelas saya sendiri! Saya ngerasa ga pede dan ga siap kalau penampilan belum ok, bukan bermaksud mo tepe2, tapi bagi saya penampilan yang baik itu kesannya siap kerja dalam keadaan segar, cekatan dan smart (halah!). Eh, tapi gini juga ya, kalau penampilan kita ok, meski badan capeknya kayak habis digebukin orang sekampung (karena kebanyakan nyetrika n ngepel) dan mata ngantuk sampe kepala nyut2an (akibat bangun kepagian dan ga bisa bobo siang) dengan sedikit senyum dan berjalan penuh percaya diri aja orang udah menilai bahwa kita smart dan bisa diandalkan.
Bekla, karena udah ngelantur kesana kemari berikut jadwal harian saya yang mungkin bisa memberi sedikit pencerahan buat rekan-rekan senasib (wanita bekerja yang ditinggal pembantu) :
05.00 - 05.15 bangun pagi, streching dan meditasi 10 menit
05.15 - 05.30 sholat subuh
05.30 - 06.00 nyiapin sarapan dan bekal anak-anak
06.00 - 06.30 mandi dan siap2 (sementara suami membangunkan anak2 dan nyiapin mereka buat ke sekolah)
06.30 - 06.45 siap berangkat (minum susu, masukin bekal ke tas, manasin mobil, matiin lampu)
06.45 berangkaaaaatttt....
17.30 - 18.30 sampe rumah, nyiapin makan malam seadanya (lebih sering beli makanan jadi atau bawa dari rumah ortu)
18.30 - 19.00 mandi dan sholat maghrib
19.00 - 19.30 makan malam
19.30 - dst cuci piring n beres-beres dikit, nemenin anak2 belajar, nonton tv, nyantai (sementara mesin cuci bekerja dengan rajin) dan mengerjakan pekerjaan ringan sampai waktu tidur.
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu terutama di akhir pekan. Hari sabtu lalu, kami kerja bakti nyapu, ngepel, nyetrika, ganti sprei, ngelap kaca deelel, karena hari minggunya pengen nyantai n nongkrong di mall, waktu itu ga kepikir buat ke salon karena pengen banget nonton Laskar Pelangi.
Beberapa hal membuat saya bersyukur tinggal di kompleks perumahan yang jauh dari jalan raya hiruk pikuk, misalnya rumah tidak terlalu berdebu, jemuran aman ditinggal di bawah carport seharian dan taman tidak perlu perawatan ekstra karena ada tukang rumput yang keliling sebulan sekali.
Tapi suer, saat ini saya butuh asisten rumah tangga yang bisa membantu saya untuk bekerja dengan tenang dikantor tanpa mikirin urusan rumah tangga, bersantai sepulang kerja dan nyalon tiap weekend (ih..maniak salon kali pun!) plus membereskan segala kekacauan yang ditinggalkan anak-anak. Mudah-mudahan saya cepet dapat pembantu baru (ga peduli walau namanya harus YANTI, karena tiga pembantu sebelumnya juga bernama sama).
Doakan saya ya!
Bekla, karena udah ngelantur kesana kemari berikut jadwal harian saya yang mungkin bisa memberi sedikit pencerahan buat rekan-rekan senasib (wanita bekerja yang ditinggal pembantu) :
05.00 - 05.15 bangun pagi, streching dan meditasi 10 menit
05.15 - 05.30 sholat subuh
05.30 - 06.00 nyiapin sarapan dan bekal anak-anak
06.00 - 06.30 mandi dan siap2 (sementara suami membangunkan anak2 dan nyiapin mereka buat ke sekolah)
06.30 - 06.45 siap berangkat (minum susu, masukin bekal ke tas, manasin mobil, matiin lampu)
06.45 berangkaaaaatttt....
17.30 - 18.30 sampe rumah, nyiapin makan malam seadanya (lebih sering beli makanan jadi atau bawa dari rumah ortu)
18.30 - 19.00 mandi dan sholat maghrib
19.00 - 19.30 makan malam
19.30 - dst cuci piring n beres-beres dikit, nemenin anak2 belajar, nonton tv, nyantai (sementara mesin cuci bekerja dengan rajin) dan mengerjakan pekerjaan ringan sampai waktu tidur.
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu terutama di akhir pekan. Hari sabtu lalu, kami kerja bakti nyapu, ngepel, nyetrika, ganti sprei, ngelap kaca deelel, karena hari minggunya pengen nyantai n nongkrong di mall, waktu itu ga kepikir buat ke salon karena pengen banget nonton Laskar Pelangi.
Beberapa hal membuat saya bersyukur tinggal di kompleks perumahan yang jauh dari jalan raya hiruk pikuk, misalnya rumah tidak terlalu berdebu, jemuran aman ditinggal di bawah carport seharian dan taman tidak perlu perawatan ekstra karena ada tukang rumput yang keliling sebulan sekali.
Tapi suer, saat ini saya butuh asisten rumah tangga yang bisa membantu saya untuk bekerja dengan tenang dikantor tanpa mikirin urusan rumah tangga, bersantai sepulang kerja dan nyalon tiap weekend (ih..maniak salon kali pun!) plus membereskan segala kekacauan yang ditinggalkan anak-anak. Mudah-mudahan saya cepet dapat pembantu baru (ga peduli walau namanya harus YANTI, karena tiga pembantu sebelumnya juga bernama sama).
Doakan saya ya!
Minggu, 21 September 2008
The Sun Halo - Medan, Sept. 22 08



Siang ini, kami dikejutkan oleh fenomena alam yang luar biasa. Matahari yang sedang bersinar cerah dilingkari oleh lingkaran awan hitam sehingga menimbulkan pemandangan yang membuat saya menyebut asma Allah...Subhanallah... luar biasa. Lingkaran yang mengelilingi matahari ini disebut 'halo' dan terjadi karena adanya kristal es di lapisan awan cirrus yang berjarak 5-10 km dari troposphere. Berikut gambar yang bisa terekam oleh kamera hp saya. Harus maklum, berhubung cuma 2 MP, hasilnya biasa saja. Gambar diambil dari lantai 4 gedung tempat saya bekerja.
Kamis, 11 September 2008
Film Animasi

Di tengah banjirnya film animasi Jepang dan Amerika yang banyak beredar saat ini, terselip satu film buatan Malaysia. Berawal dari kehebohan anak-anak saat menjelang Ramadhan kemarin TPI memutar animasi Malaysia Upin & Ipin, aku pun terpancing mencari tau lewat internet. Setelah googling, aku temukan 6 episode di youtube. Film ini bagus, sangat edukatif dan sangat melayu. Salut buat para kreatornya, bisa memberi pelajaran puasa kepada anak-anak tanpa ada kesan menggurui dari kedua bocah kecil yang menjadi tokoh utamanya. Kesederhanaan, budaya dan gaya khas melayu yang unik diangkat apa adanya dalam animasi ini, lengkap dengan setting rumah panggung dan kampungnya. Bagi saya yang tinggal di Medan dan bersuami orang melayu, bahasa dan dialek yang digunakan terasa tak asing, tetapi mungkin akan terdengar sedikit aneh bagi yang tidak terbiasa. Penasaran? Silakan search di youtube dan selamat menikmati keunikan negeri yang bersemboyan "Truly Asia" lewat kebersahajaan yang ditampilkan film animasi ini.
Rabu, 06 Agustus 2008
Peace

Hari ini 6 Agustus, adalah peringatan 63 tahun jatuhnya bom atom di dua kota besar Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Simaklah kutipan dari situs berikut :
"If your country has a possibility bombing the atomic one in the future, just think it over..... 500,000 of our lovely grandparents died in the flash with Radioactive Heat.....Thousands of bodies were evaporated....."
Itu baru satu jenis senjata pemusnah umat, masih banyak jenis pemusnah umat lain yang saat ini digunakan di berbagai belahan bumi untuk saling menghancurkan sesama manusia. Silakan memaknai peringatan ini, saya yang berilmu dangkal hanya bisa berharap "PEACE ON EARTH AND NO MORE WAR!"
Dengan segala kerendahan hati, silakan kunjungi situs berikut serta mohon keikhlasan doa dan upaya para saudaraku untuk Palestina
Senin, 04 Agustus 2008
Rekaman Black Box Adam Air
Email yang berisi rekaman pembicaraan terakhir di kokpit Adam Air jurusan Surabaya - Makassar yang jatuh di perairan Majene pada 1 Januari 2007, saya terima hari Jumat kemaren dari salah seorang rekan kantor. Ucapan takbir dari awak pesawat di saat-saat terakhir sebelum pesawat tersebut jatuh sungguh membuat saya merinding. Tak terbayang rasanya bila ajal telah sampai di depan mata. Mudah-mudahan kejadian ini bisa membawa berkah agar ke depannya transportasi di negara tercinta ini (baik darat, laut dan udara) menjadi lebih baik, karena belakangan ini kecelakaan di sektor transportasi sudah menjadi berita rutin di media. Pemerintah dan aparatnya yang bertanggung jawab di bidang transportasi harus lebih tegas mengatur sektor ini, baik dari segi kompetensi manusianya maupun kelayakan armada yang digunakan.
Silakan dengar rekaman dan baca transkripnya disini
KNKT mengatakan rekaman ini tidak asli (maksudnya palsu/buatan atau copy-an ya...?), silakan baca disini, karena hasil rekaman sama persis dengan penjelasan yang telah dipublikasikan.
Silakan dengar rekaman dan baca transkripnya disini
KNKT mengatakan rekaman ini tidak asli (maksudnya palsu/buatan atau copy-an ya...?), silakan baca disini, karena hasil rekaman sama persis dengan penjelasan yang telah dipublikasikan.
Kamis, 31 Juli 2008
SO7 Bikin Album Baru

Setelah penantian lama, akhirnya band kesayangan saya (my fave band kalo menurut istilah anak abegeh) Sheila On 7 (SO7) mengeluarkan album baru berjudul "Menentukan Arah" yang akan rilis setelah lebaran. Wuih...akhirnya...biar kata udah emak-emak gini, saya masih saja demen sama Eros cs. Sukses buat SO7!
Berita terkait
Minggu, 27 Juli 2008
Ikut Seminar

Karena perusahaan saya baik hati, kemaren saya dikasih tiket gratis seminar James Gwee. Materinya ga jauh beda dengan yg biasa beliau bahas di seminar-seminarnya yang lain ataupun di Smart FM. Beliau ini orang Singapore, tapi bahasa Indonesianya lancar sekali tanpa ada logat melayu. Wajahnya sekilas mirip Andy Lau (hus...hus...jangan dikomentari!)...iya saya memang suka tertarik lihat pria tampan seperti dia (itu tandanya saya sehat dan hormon saya masih bekerja dengan baik). Sebenarnya point yang mau saya bicarakan bukan dirinya yang tampan, tapi adalah daya jualnya. Bayangin aja, ini seminar ter-rame yang pernah saya ikuti (500 orang lebih cing!) dengan biaya hampir 400 ribu (lumayan kan?) dan 95% peserta bertahan sampai akhir. Kekuatan nafas dan kestabilan suara bisa dilatih lewat pengalaman, yang menarik justru gaya bicara, humor dan celetukan dalam bahasa hokkien serta penampilan fisiknya yang fit dan segar. Dari beberapa seminar yang saya ikuti (gratis alias biaya kantor), baru kali ini saya lihat pembicara mendapat atensi dari audiences yang tertib menyimak tanpa membuat seminar sendiri atau keluar masuk ruangan, serta tanpa rasa kantuk meski harus duduk manis dari pagi sampai sore.
Sekali waktu saya menghadiri seminar dengan materi menarik tapi disampaikan oleh pembicara yang sangat kental logat bahasa daerahnya plus penampilan yang sangat kacau. Saya bukan ahli fesyen, tapi t-shirt putih bersablon + pants kelabu + jas hitam yang kebesaran + warna sepatu dan tali pinggang yang ga match (coklat bo!) jelas merusak mata. Ditambah lagi (maaf, saya main fisik) wajah si pembicara yang berantakan...OMG! rasanya saya pengen kabur dari ruang seminar itu.
Lain waktu saya mendapat materi yang tidak menarik, dengan pembicara yang sangat simpatik (bukan simpanse pake batik!) plus setelan rapi berwarna gelap dengan kemeja, dasi dan asesoris lain yang serasi. Nada suara, jokes dan atensinya ke audiences juga sangat baik. Jadi meski ngantuk dan bosan, saya bisa bertahan disana.
Ada lagi pembicara seorang wanita yang cukup terkenal di tanah air tercinta ini. Usianya sudah sangat matang, penampilan dan caranya membawakan seminar sungguh membuat saya tak ingin berkedip meski materinya biasa-biasa saja. Beliau elegan, berkelas, well educated serta murah senyum.
Pernah seorang wanita terkenal lain memberikan materi menarik tapi dengan penampilan yang...ah sudahlah! I wish I were her daughter, jadi saya bisa setidaknya memperbaiki penampilan si ibu baik hati ini.
Jadi kesimpulan dari tulisan iseng saya hari ini adalah jika anda seorang pembicara meski hanya sekedar presentasi di depan rekan-rekan kerja, ingatlah hal-hal berikut :
- Tidak peduli bagaimanapun tampilan fisik anda (itu sudah anugrah Ilahi), kenakanlah pakaian yang pantas, sopan, dengan warna yang tidak mencolok, asesoris sederhana, misalnya jangan pernah pakai kacamata minus segede sunglass Victoria Beckam atau jepit dasi/bros yang bling-bling bikin orang silau
- Berdandanlah dengan rapi dan tidak terlalu tebal, untuk pria, potonglah rambut anda dengan model pendek konvensional dan sisir dengan rapi (bila perlu pakai gel/minyak rambut).
- Pakailah sepatu yang pantas dan bersih, semir sampai kilat , jangan ada sisa kotoran menempel di tapak sepatu (jangan lupa buka sticker harga bila masih baru) dan harus bertumit minimal 3 cm untuk wanita. Kenakan kaus kaki yang mendekati warna celana panjang atau stocking untuk wanita (tanpa lubang atau benang tertarik).
- Jangan pernah lupa untuk TERSENYUM dan MEMBERI SALAM sebelum memulai.
- Berlatihlah untuk mengatur nafas, intonasi suara, kecepatan berbicara, pilihan kata dan kalimat serta grammar dan spelling yang benar bila ingin berbahasa Inggris.
- Pelajari dengan baik materi yang akan disampaikan.
- Siapkan ice breaker, jokes atau kegiatan yang bisa membuat orang bosan jadi segar kembali.
- Berlatihlah untuk menyimak, bersabar dan konsentrasi bila menghadapi pertanyaan dari audiences dan jawablah dengan jelas dan sopan.
- Jangan pernah terbawa emosi atau malah berdebat dengan audiences.
- Jika anda punya penyakit latah, segeralah konsultasi ke ahlinya! Jangan sampai "kata-kata mutiara" keluar tanpa sengaja di tengah anda berbicara.
- Berdirilah dengan tegak, jika kurang tinggi, pakailah sepatu bertumit agak tinggi. Karena postur tegak menunjukkan bahwa anda siap dan percaya diri.
Rabu, 23 Juli 2008
Selasa, 15 Juli 2008
Why?
Tadinya saya mau buat judul tulisan ini "kenapa?" tapi karena otak saya langsung berputar dan mulut saya bersenandung lagu dangdut...kenapa eh kenapa... jadi judulnya diganti dengan yang "agak berkelas" (terserah mo kelas berapa).
Gini ya...sebagian dari kita, apalagi orang-orang tua, pasti bangga kalau punya anak/mantu/sodara dll yang berprofesi sebagai dokter, apalagi dokter terkenal (terkenal mahal, terkenal manjur, terkenal galak dll). Teman- teman sekolah saya juga banyak yang sekarang sudah jadi dokter. Saya juga punya beberapa dokter yang jadi langganan keluarga. Umumnya adalah dokter spesialis yang sudah berumur dan punya nama di kota ini. Dokter adalah profesi yang tugasnya mengabdi pada masyarakat, siap membantu bila dibutuhkan dan yang pasti harus pintar karena pekerjaan yang dijalani terkait dengan nyawa manusia. Tapi belakangan ini, saya perhatikan sebagian dokter-dokter baru tidak lagi punya kompetensi yang cukup untuk menjalani profesinya. Hanya karena sedikit lebih pintar dari teman-teman sekelas dan kemampuan ortu untuk membiayai, maka jadilah mereka dokter. Soal pengetahuan tentang analisa gejala dan penyakit bahkan sering meleset. Segala penyakit selalu harus berakhir dengan antibiotik dan vitamin. Padahal tidak semua penyakit disebabkan oleh kuman, virus, bakteri dll yang memang harus dibasmi dengan antibiotik (ih...jadi sok paten kali kata-katanya).
Sebetulnya saya tidak begitu peduli dengan hal-hal yang terkait pengetahuan mereka, tapi lebih pada attitude-nya, sikapnya. Sebagian (tidak semua) dari dokter-dokter muda itu tidak mau ditempatkan di daerah terpencil, berusaha agar penempatan mereka selalu dekat dengan ortu atau kota tempat tinggalnya, yang pastinya bukan daerah terpencil. Sepertinya misi untuk mengabdi ke masyarakat tertutup dengan keinginan untuk "cepat balik modal" alias cepat kaya. Ditambah lagi dengan tingkah mereka yang terkesan arogan dan paling pintar sendiri, bahkan ada yang pantang dipanggil dengan namanya saja tanpa menambahi embel-embel dokter atau dok (bukan dog) dalam penyebutannya. Saya salut dengan dokter bersahaja yang tinggal di pedalaman Kalimantan ini.
Karena itu timbul pertanyaan "kenapa" dalam benak saya. Kenapa mereka yang harusnya berhati mulia, mengabdi pada masyarakat, menjadi contoh teladan yang baik bagi lingkungannya, justru menjadi si arogan yang materialistis dan membedakan pelayanan terhadap pasien kaya di rumah sakit terkenal dengan pasien Askes di rumah sakit pemerintah? Kenapa pula banyak masyarakat kita yang lebih percaya dokter negara tetangga daripada dokter negeri sendiri? (yang saya yakin sangat banyak bila dihitung dari plank putih berisi nama dan alamat praktek di setiap sudut jalan)
Saya cuma berharap bahwa ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah bisa benar-benar diserap dan diterapkan sesuai dengan misi mulia mereka menjadi pengabdi bagi masyarakat, sehingga cerita malpraktek, salah obat, salah diagnosa, cacat dan kematian karena kelalaian dokter tidak lagi merebak di negeri tercinta ini. Saya tau bahwa mereka juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, tapi bukankah manusia diberi akal untuk selalu berpikir dan memperbaiki diri?
Minggu, 15 Juni 2008
Kalau Sudah Besar, Mau Jadi Apa?

Kalau pertanyaan ini ditujukan ke saya saat ini, jawabannya pasti "saya mau jadi kudanil" secara sekarang saya sudah cukup besar dan lebar (kulkas 3 pintu ditumpuk mesin cuci diatasnya). Lebih tepat bila ditanyakan "Apa cita-citamu?". Pertanyaan tentang cita-cita selalu muncul kalau saya membawa kedua bocah cilik saya ke acara keluarga seperti hari Minggu kemarin. Salah seorang sepupu menikah dan sudah pasti sebagian besar dari keluarga besar tumplek blek di acara tersebut lengkap dengan anak-anaknya. ketika tiba acara kumpul-kumpul ngobrol, muncullah pertanyaan tersebut. Dimulai dari salah seorang kerabat yang merasa gadis ciliknya adalah yang tercantik, terpintar dan paling berbakat (hari itu si kecil mengenakan gaun siffon transparan dengan potongan dada rendah, anting besar gemerincing, kalung, make up, dan sandal bertumit 3 cm). Dengan bangganya si ibu menyombongkan bahwa nantinya si kecil akan menjadi incaran banyak pria (arrrggghhhh...gubrak! masih kelas 2 esde bo...) dan dia akan segera punya mantu (sambil melirik jahat ke arah ipar saya yang belum menikah). Tak lupa ia menambahkan "sedikit" bumbu cacian kepada si kecil saya yang tinggi dan ramping dengan sebutan "ih, kurus kali anakmu, jadi tua mukanya" (si kecil saya pakai babydoll dan legging yang tentu saja membuat kakinya kelihatan kurus). Helllooowww....yang kelihatan tua itu anak siapa seh??? Anak kelas 2 esde yang berdandan seperti tante-tante itu atau anak saya yang biasa saja? Ahhhh...what the hell!
Maka ketika pertanyaan itu diajukan ke anak saya, spontan si kecil menjawab "Kakak mau jadi penulis dan pelukis". Sebagian ibu-ibu memandang aneh sementara yang lain mencibir. What's wrong with my girl? Jadi penulis itu bagus, JK Rowling jadi kaya dan terkenal karena novel Harry Potter-nya yang laris manis, karya-karya Picasso adalah barang berharga yang disimpan di museum dan menjadi incaran kolektor lukisan. So?
Seorang ibu memeluk gadis kecilnya dan mengatakan "Kamu nanti kalau sudah besar jadi dokter ya nak..." Saya cuma senyum-senyum, secara sekarang lebih mudah cari dokter daripada cari pembantu (maaf untuk para dokter, bukan bermaksud menghina, saya masih butuh dokter kok...). Untung saja mereka tidak bertanya pada pemuda kecil saya yang kemana-mana selalu bawa mainan 'alat-alat berat' seperti truk, kontainer, pengeruk tanah atau mobil derek yang berukuran besar karena jawabannya adalah "Adek mau jadi supir kontainer!" Pasti mereka langsung mukul-mukul kepala pakai palu kalau dengar ini...hahahaha...
Bagi saya, cita-cita apapun selama baik, ya oke-oke saja...namanya juga anak kecil. Saya sendiri sampai es em pe belum punya cita-cita. Waktu es em a kepingin jadi ahli biologi dan sekarang saya justru terdampar di sebuah perusahaan telekomunikasi. Saya cuma tidak ingin kedua bocah kecil saya merasa tertekan karena ambisi orang tuanya. Saya tidak malu mengatakan anak saya tidak mendapat ranking di sekolah, asal paham akan konsep pelajaran yang diberikan dan tidak terlalu jelek prestasinya, bagi saya sudah cukup. Toh, apa yang saya dapat dari sekolah dulu paling hanya 20% yang masih saya gunakan di kehidupan nyata, hanya bahasa dan matematika. yang lain? Saya amnesia untuk mengingat pelajaran PMP, PSPB, IPS de el el (bukan bermaksud mengatakan bahwa itu semua tidak perlu). Yang penting anak-anak hepi, tidak merasa sekolah sebagai suatu paksaan, tidak terbebani ancaman 'awas kalau tidak juara kelas' atau 'jangan bikin malu orang tua' yang justru membuatnya tidak bahagia.
Bekla...kembali ke cita-cita tadi. Ada semboyan "gantungkanlah cita-citamu setinggi langit". Artinya sah-sah saja bercita-cita menjadi yang terbaik. Bagaimana kita bisa mewujudkan cita-cita tersebut adalah hal yang jadi perhatian utama. Apakah cita-cita tersebut sesuai dengan kemampuan? Bila tidak, apa upaya untuk meningkatkannya? Apakah orang tua, sekolah dan lingkungan cukup kondusif untuk mewujudkannya? Bila tidak, apa yang harus dilakukan? Saya jadi ingat acara DemoCrazy di Metro tadi malam, Kelik yang berperan sebagai Wapres memakai jas yang masih ada hanger-nya...yang dihubungkan dengan menggantungkan cita-cita...hahaha...
Kamis, 12 Juni 2008
Email Ga Penting di Kantor

Saya sering banged terima email-email ga penting yang kemudian dibalas ke semua (reply to all maksudnya). Misalnya email yang isinya cerita-cerita basi, gosip artis lokal sampe india atau cuma pemberitahuan dari salah satu fungsi yang memberitahukan bahwasanya mereka...ih kok susah bahasanya....maksudnya orang-orang/fungsi yang selalu sesumbar ke all user setelah melakukan suatu kegiatan, terus di-reply to all sama orang-orang ga penting yang suka numpang beken. Yang bikin sebel bukan hanya si email itu sendiri, tapi pengiringnya berupa reply-reply ga penting yang isinya cuma "biar dikenal - dikira care - penuh perhatian - padahal kerjanya cuma browsing situs porno ato cari tiket murah" yang di-send to all user...ih...benci kali awak nengoknya, langsung delete permanen lah....menuh-menuhin bandwidth ajah! kadang juga saya dapat kiriman email porno, kalau yang bagus biasanya disimpan, tapi kalau jelek didelete (hehehe...muka mesum hati setan!).
Mengenai email-email ga penting tadi, saya punya beberapa saran yang mungkin bisa diterapkan agar mailbox anda bersih, rapi, tertata dan menyenangkan.
- Jangan pernah memberikan alamat email kantor ke teman-teman yang tidak sekantor dan tidak punya hubungan kerja, beri mereka alamat email alternatif anda, misalnya yahoo atau gmail. Hal ini untuk menghindari penuhnya mailbox anda dari email yang tidak terkait pekerjaan sehingga mailbox tidak lagi bisa menerima email masuk.
- Hindari mengirim alamat email kantor anda ke milist-milist yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
- Segera delete email masuk yang dianggap tidak penting.
- Selalu cek kapasitas mailbox agar tidak overload.
- Sebulan sekali, bersihkan mailbox anda. Gunakan kategori yang tercantum diatas (From, Subject, Receive, Size, Flag) untuk mempermudah pengelompokan. Delete-lah email-email yang sudah expired (misalnya peraturan yang sudah lebih dari 1 tahun dan tidak berlaku lagi), simpanlah attachment atau informasi penting ke dalam document dan delete dari mail box bila size-nya terlalu besar.
- Jangan me-reply to all bila ingin ikut-ikutan mengucapkan selamat atau mengomentari sesuatu, cukup kirim ke orang-orang yang terkait kecuali yang diminta adalah masukan/ide yang sengaja digulingkan ke forum.
- Hindari berbalas email yang ga penting, kecuali setelahnya anda rela meluangkan waktu untuk mendelete subject ga penting itu dari mailbox.
Senin, 09 Juni 2008
Mabuk Batik

Ini blog saya yang baru lagi, setelah blog-blog sebelumnya (saya memang hobi ngotor-ngotorin jagad web dengan berbagai blog yg ga mutu) diblokir alias tidak bisa diakses dari warnet gratis...maksudnya kantor saya.
Di posting-an pertama ini, saya mau menceritakan tentang kegilaan saya akan jenis kain berjudul batik yang sekarang lagi in dimodifikasi jadi berbagai bentuk busana cantik dan modis. Sebetulnya saya bukan ikut-ikutan trend pakai batik, tapi memang dari dulu saya penggemar batik, sebagai baju hari Jumat, kain pasangan kebaya, gendongan baby, especially daster.
Kegilaan saya mencapai puncaknya ketika blus-blus batik modis itu terpajang rapi berderet-deret di gantungan baju sebuah mall. Dan dari sekian banyak blus dalam berbagai model, corak dan ukuran, tidak ada satupun yang sama! My God, I really love them! Harganya murah lagi, antara 50 - 120 ribu. Akhirnya, setelah pilih-pilih dan coba sana sini, beberapa potong masuk ke kantong belanja dan tergeseklah lempengan plastik berlogo sebuah bank atas nama "ngutang dulu" di kasir. Oh...ah...oh...ah...lalalala...*hepi mode on*
Pria bergelar "suami" di rumah tentu saja tidak tau hal ini, bisa kena pandangan aneh dan 'kritik membangun' kalau dia tau istrinya memborong baju batik secara di rumah saya adalah penganjur hidup hemat dalam rangka krisis karena BBM naik. Untuk memakainya tentu saja perlu siasat, setiap Jumat dan setiap ada undangan pesta, akan keluar satu baju baru. Dan sekarang persediaan baju baru yang belum terlihat suami tinggal 1 potong lagi. Berhubung besok ada acara temu direksi di kantor, secara tidak ada dress code seragam yang harus digunakan, maka di benak saya sudah terbayang blus cantik berpotongan baby doll untuk dikenakan besok.
Buat yang pengen mengikuti jejak saya (halah!), berikut beberapa tips memilih baju batik tanpa kesan daster atau mbok-mbok untuk ke kantor :
- Pilih batik bercorak klasik, misalnya parang rusak (gambarnya miring, padat, tidak terlalu rame warnanya). Jika menyukai corak floral (bunga, sulur dll) atau fauna (burung, kupu-kupu dll), hindari warna-warna terang yang mencolok, karena akan terkesan seperti daster.
- Saat ini banyak corak modern yang bisa dipilih, misalnya yang seperti pacthwork (perca) yaitu kain batik yg digambari beraneka motif batik berlainan. Pilihlah yang warna dan coraknya senada, misalnya corak floral berbentuk bunga-bunga kecil dengan corak sulur.
- Lihat kualitas kain dan jahitan untuk baju yang sudah jadi. Pilih katun yang lembut, tidak tegang dan teksturnya halus (bahan tidak berbulu), sehingga warna tidak mudah pudar dan nyaman dikenakan.
- Pilih model yang simple dan chic, bisa model klasik (berkerah, kancing depan) atau baby doll bagi suka yang longgar. Untuk blus longgar, hindari panjang blus yang mencapai lutut bila dipadukan dengan pants atau jeans.
- Bila ingin memakai setelan batik (seperti pramugari Garuda), hindari model yang longgar, usahakan pas di badan dengan panjang blus sebatas pinggul. Hindari setelan blus dan celana panjang batik, pakailah rok (mini, midi atau panjang) bermodel span atau A.
- Jika suka dress, pilih yang berwarna gelap atau sogan dan beri ban pinggang. Dress longgar tanpa pinggang akan sangat daster.
- Hindari manik, kancing norak atau bodir yang rame pada baju batik, karena batiknya sendiri sudah cukup rame.
- Buat yang berjilbab, padukan batik untuk gamis dengan kain polos atau jadikan batik sebagai pemanis saja (di dada, ujung lengan, ujung gamis) dengan jilbab senada yang dipasang rapi (bukan bergo).
Hidup Batik!
Langganan:
Postingan (Atom)
